Minggu, 11 Mei 2014

kapan Kau akan bangunkanku ?

Ini sudah 360 hari dan 38 hari setelah ku sampaikan niatku kepadanya Yaa Allah. Ini niat besar yang kesekian kalinya. Hamba bilang ini yang terakhir, bahkan tertanda dalam bait janji.

Masih belum bolehkah hamba berganti? Masih kokohkah hamba untuk tetap berdiri? Masih mampukah hamba untuk tidak sama sekali melangkah pergi? Masih haruskah hamba menanti?

Apakah hamba memang membuat Engkau cemburu Tuhan, sehingga kau jatuhkan beban berat untuk menghajarku?
Kau hantamkan keras-keras rasa ini dihati Hamba, kau sadarkan bahwa terlalu mencintai ciptaanMu itu adalah nikmat yang menyakitkan. Benarkah prasangka ini wahai Engkau Penguasa langit dan bumi ?

Ya, sesungguhnya hati itu berada di antara jari-jariMu, Allah ‘azza wajalla, Engkaulah yang membolak-balikkannya.
Hamba memang bukan seorang penulis, Yaa Tuhan. Inilah pikiran malamku yang hendak ku kirimkan kepadaMu. Yang ku harap setiap ceritaku akan Engkau balas dalam tulisan, lalu akan kubukukan.
Engkau yang Maha Tahu dan Hamba yang paling lemah, surat ini tak akan pernah ada yang bisa menemukannya. Kecuali dia, pria yang selalu kuceritakan kepadamu di setiap detik ibadah malamku. Itupun hanya satu kali banding sepuluhribu (jika) dia mengingatku dan (jika) dia merindukanku. Khayal sekali cerita pen'jika'anku bukan ?.

Jika bukan dia yang kau jodohkan kepadaku, mengapa hati Hamba tertaut begitu kuat ?
Mengapa do'aku hanya kulafalkan untuknya, ketika do'anya sama sekali hanya untuk yang lain ?
Jika bukan hamba, bolehkah dia bahagia dengan cintanya ?
Dan jika bukan dia, bolehkah Engkau tunjukan hamba bahagia dengan yang yang lain saja ?
Ku mohon jelaskan Ya Allah, Tuhan penguasa Arsy :(

Aku pernah mengandaikan diriku sebagai langitMu. Meski sekarang aku sadar bahwa dengan menjadi langit yang setia menawarkan jutaan terang pun dia hanya akan tetap memilih menikmati hujan. Bukankah Kau ciptakan aku seperti ini dan tidak mungkin untuk menjadi hujan hanya untuk dipilihnya, Tuhan ?
Jika saat ini aku masih tertidur, lalu kapan Kau akan bangunkanku ?

Kamis, 28 November 2013

Ku Harap Cahaya itu Pelangi...

Senja ini, di ujung timur sana...
sinar putih melengkung dari setengahnya Bumi bagian utara sampai di tengah-tengah
samar semakin terang, dan menerang...

Mataku...
sakit lama-lama ternyata, tapi aku ingin melihat proses bahagia
tak akan ku tinggal.
bagaimana kalau itu bakal pelangi ?
betapa beruntungnya aku nanti !

"Kalau sakit ya jangan dilihat terus, ndud !"
itu panggilanku, dari setiap orang yang menyayangiku. HAHAHA

tapi, ku bilang aku ingin melihat proses bahagia
tak akan ku tinggal.
bayangkan, kalau ternyata cahaya itu bakal pelangi?
aku pasti sangat beruntung, kan ?

masih ku tatap, cahaya itu semakin gelap.
senja mulai menyapa petang.
temanku bilang, "Kalau itu pelangi, datangnya bersamaan dan warna-warni.
Kamu bilang hujan datangnya ramai-ramai, kan ?"

tapi, ku bilang gerimis jatuhnya satu per satu
sebelum akhirnya menyerbu ku.
lihat ! itu pasti bakal pelangi.

Jika iya, akan ku namai BAHAGIA.
Jika bukan, aku tetap bahagia.
Karena masih, Ku harap cahaya itu pelangi...

Sabtu, 16 November 2013

Si Bodoh Bersajak Bisu

Aku tak suka lagu.
Darinya, selalu dikirimkan kepadaku pesan palsu.

Hey, para sajak ! Aku ingin tahu apa yang kalian rasakan tentang puisi ?
Lantas masuk akalkah tanyaku ? HAHAHA

Aku menyukai malam.
Tapi, malam itu sepi.
Yaaaaah meskipun terkadang bintang menyumbang keramaian.
Iya, kadang.

Aku pernah lho membenci hujan.
Ketika muncul sebuah pengandaian dan kurasa saat itu menyakitkan.
Hanya saja itu dulu.

Sejak kecil aku paling bahagia ketika angin datang.
Sejuk dan katanya bisa menyampaikan harapan ke seberang ?

Kepada pagi, aku pernah mencapai pagi tertinggiku.
Indah ! Sungguh !

Yang paling ku cintai di dunia ini, apalagi kalau bukan waktu.
Bagaimana tidak ? Aku tahu kamu, dia, dan mereka para pencuri hati.
Yaaaa, karena waktu yang mengenalkan.

Itu, dariku. Kata-kata pertamaku.
Si bodoh bersajak bisu.