Kamis, 28 November 2013

Ku Harap Cahaya itu Pelangi...

Senja ini, di ujung timur sana...
sinar putih melengkung dari setengahnya Bumi bagian utara sampai di tengah-tengah
samar semakin terang, dan menerang...

Mataku...
sakit lama-lama ternyata, tapi aku ingin melihat proses bahagia
tak akan ku tinggal.
bagaimana kalau itu bakal pelangi ?
betapa beruntungnya aku nanti !

"Kalau sakit ya jangan dilihat terus, ndud !"
itu panggilanku, dari setiap orang yang menyayangiku. HAHAHA

tapi, ku bilang aku ingin melihat proses bahagia
tak akan ku tinggal.
bayangkan, kalau ternyata cahaya itu bakal pelangi?
aku pasti sangat beruntung, kan ?

masih ku tatap, cahaya itu semakin gelap.
senja mulai menyapa petang.
temanku bilang, "Kalau itu pelangi, datangnya bersamaan dan warna-warni.
Kamu bilang hujan datangnya ramai-ramai, kan ?"

tapi, ku bilang gerimis jatuhnya satu per satu
sebelum akhirnya menyerbu ku.
lihat ! itu pasti bakal pelangi.

Jika iya, akan ku namai BAHAGIA.
Jika bukan, aku tetap bahagia.
Karena masih, Ku harap cahaya itu pelangi...

Sabtu, 16 November 2013

Si Bodoh Bersajak Bisu

Aku tak suka lagu.
Darinya, selalu dikirimkan kepadaku pesan palsu.

Hey, para sajak ! Aku ingin tahu apa yang kalian rasakan tentang puisi ?
Lantas masuk akalkah tanyaku ? HAHAHA

Aku menyukai malam.
Tapi, malam itu sepi.
Yaaaaah meskipun terkadang bintang menyumbang keramaian.
Iya, kadang.

Aku pernah lho membenci hujan.
Ketika muncul sebuah pengandaian dan kurasa saat itu menyakitkan.
Hanya saja itu dulu.

Sejak kecil aku paling bahagia ketika angin datang.
Sejuk dan katanya bisa menyampaikan harapan ke seberang ?

Kepada pagi, aku pernah mencapai pagi tertinggiku.
Indah ! Sungguh !

Yang paling ku cintai di dunia ini, apalagi kalau bukan waktu.
Bagaimana tidak ? Aku tahu kamu, dia, dan mereka para pencuri hati.
Yaaaa, karena waktu yang mengenalkan.

Itu, dariku. Kata-kata pertamaku.
Si bodoh bersajak bisu.